WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Mengaet pesinden

Pesta meriah di kabupaten Pekalongan semakin semarak karena kehadiran seorang pesinden tenar ernama Mas Ajeng Gundjing. M.A. Gundjing itu sebenarnya putri seorang mamtancamat. Kenapa ia menjadi pesinden? konom semasa kecil ia pernah sakit parah,sehingga hampir tidak tertolong. Dalam keadaan sulit itu, orang tua untuk bernadar. Kalau anak ini sembuh,kelak ia akan belajar menjadi pesinden. Gundjing sembuh dan tumbuh menjadi gadis cantik yang pandai menari dan melagukan tembang denganmerdu, sampai tidak ada tandingannya di Pekalongan. OeyTambahsia si matakeranjang segera jatuh hati pada biduan jelita itu.berbagai cara ditempuhnya untuk mendekati dan memikat pesinden itu. Ternyata Tambahsia berhasil. Gundjing menerima uluran tangannya.sebelum pestadi kabupaten resmi usai dan Tambahsia pulang, pesinden itu sudah diboyong ke cirebon lalu dibawa ke Betawi oleh kaki-tangan Tambahsia. Di Betawi Gundjing ditempatkan di pasangrahan Ancol, yang membuat penghuni lama merasa kurang senang.  Baru seminggu di Bintang Mas, Gundjing jatuh sakit. Entah karena Ancol yang kurang sehat atau karena tidak tahan menhadapi sikap para penghuni lama. Melihat Gundjingsakit, buru-buru Tambahsia memindahkannya ke Tangerang, ke tanah Psar Baru milknya. Tambahsia pribadi mengawasi perawatannya sampai pesinden itu sembuh, sehingga praktis Tambahsia lebih banyak berada di Tangerang ketimbang di tempat lain. Betapapun cintanyaTambahsia kepada Gundjing, ia tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya untuk berburu gadis, janda maupun istri orang lain. Pemuka masyarakat Cina dan anggota Dewan Cina tidak mampu menertibkannya. Diam-diam mereka memendam dendam dan yakin suatu ketika Oey Tambahsia akan ketemu Batunya. Sementara itu Tambahsia sendiri semakintakabur, sebab merasa tidak ada kekuatan yang mampu mengekangnya.Mata gelap Ketika berkunjung ke pekalongan itu, Tambahsia berkenalan dengan anak letnan Cina di kota itu. Pemuda bernama Liem Soe king itu pindah ke Betawi untuk membangun kehidupannya. Agaknya ayahnya tidak meninggalkan warisanbesar, sehingga ia tidak bisa hidup tanpa bekerja. Ia pandai dan rajin, sehingga dipungut mantu oleh Mayor Tan Eng Goan, yaitu dinikahkan dengan salah seorang putrinya dari selir. Berkat koneksi mertua, ia diangkat menjadi pengelola gabungan pemborong (pachter) madat, yangmerupakan usaha gabungan lima orang Pemuka Cina, termasuk Tan Eng Goan. Pada masa itu pemerintah Hindia Belanda memonopoli semua pembuatan dan perdagangan madat (apium) dan penjualannya kepada konsumen diserahkan kepada para pachter.

Sekalipun pernah berkenalan di Pekalongan, Liem Soe King tidak bergaul dengan Oey Tambahsia, sebab Liem lebih dekat dengan para pemuka Cina yang bermusuhan dengan Tambahsia, di samping kedudukannya sebagai menantu Tan Eng Goan. Pada suatu ketika, Tambahsia mendengar dari kaki-tangannya bahwa seorang perempuan kerabatnya jatuh hati kepada Liem. Pendekatan entardengan cara apa, ternyata tidak ditanggapi oleh Liem. Oey Tambahsia menganggap hal ini sebagai penghinaan dan aib besar bagi keluarganya. Mungkin juga Oey sudah lama tidak suka kepada Liem yang dianggap antek para pemuka Cina dan Oey merasa tidak di pandang, karena Liem tidak datang kepadanya untuk melanjutkan perkenalan mereka di Pekalongan. Boleh jadi juga dendamnya dikobarkan oleh para antek dan penjilat yang selalu mengelilinginya.

Maka Oey Tambahsia bertekad untuk menyingkirkan Liem Soe King.

Ternyata hal itu tidak mudah ia menyingkirkan korban-korbannya yang lain. Liem Soe King selalu di kawal ke mana pun ia pergi. Lagi pula ia sudah mendengar ancaman Tambahsia sehingga selalu waspada. Tambahsia bertambah geram karena anak nuahnya tidak berdaya melenyapkan orang yang dibencinya. Maka timbullah muslihat kej di benaknya.

Rencana keji

Oey Tambahsia menggodok rencananya masak-masak. Ia menyuruh kokinyamenbuat kue yang harus diisi dengan roomvla (seperti isi kue sus, rasanya manis).Kue itu disuruhnya hidangkan di atas piring dan ditaruh di kamar Tambahsia.Roomvla-nya tidak diisikan dulu. Lalu Tanbahsia mengambil racun dan dicampurnya dengan roomvla. Ia memerintah seseorang memanggil seorang begundalnya yang bernama Oey Tjoen Kie (Tjeng Kie). Antek yang biasa disuruh mencarikan perempuan itu bergegas ke rumah majikannya. Didapatkan Tambahsia sedang tidur-tiduran sambil menghisap madat. Tambahsia mempersilakan Tjoen Kie iktu mengisap. Tawaran itu diterima dengan senang hati.Setelah bersama-sama meneguk teh panas, Tjoen Kie merasa lapar dan makan kue-kue di piring tanap dipersilakan lagi. Dengan mata setengah terpejam Tambahsia melihat Tjoen Kie melahap dau buah kue.

“Kamu makan kue itu, Kie?”tanya Tambahsia.

“ya, Sia. Maaf, habis saya lapar…”jawab Tjoen kie takut kena marah.

“wah,celaka!”seru Tambahsia pura-pura terkejut.”Kamu bakal mati, sebab kue iu beracun!”

Tjoen Kie lega karena tidak dimarahi. ia tenang-tenang saja sebab mengira majikannya bergurau.

“Jangan main-main ah, Sia.”katanya

“Betul!”kata Tambahsia sambil bangkit.”Sungguh kamu bakal mati. tapi jangan khawatir. aku akan mengurus segalanya dan akan menjamin hidup keluargamu kalau kamu mau menuruti kehendakku.”

Tjoen Kie masih mengira majikannya bercanda. Mustahil Tambahsia sekeji itu?Namun kemudian ia merasa perutnya sakit. Ia terus menerus mereguk teh dengan harapan sakitnya berkurang, tetapi ternyata bertambah. Ketika sakitnya sudah tidak tertahankan lagi ia berteriak-teriak dan melupakan hubungannya denganmajikannya.Ia memaki-maki Tambahsia sebagai orang kejam dan jahat. Ia menanyakan apa alasannya sampai ia disingkirkan dengan cara sekejam itu.

OeyTambahsia menghiburnya seraya berkata, mati pun Tjoen Kie tidak sia-sia,sebab ada tujuannya, Lalu ia menbujuk begundalnya itu agar mau memberikan keterangan tertulis bahwa yang memberi racun itu … Liem Soe King.

keadaan Tjoen Kie makin lama makin parah sampai akhinya rupanya ia tidak berdaya lagi melawan kehendak majikannya. Atau mungkinkan iamanusia berjiwa budak yang tidak bisa berpikir lain, sehingga setuju saja dibuatkan keterangan tertulis di muka notaris yang dipanggil oleh Tambahsia dan disaksikan oleh polisi dan pejabat lain?Menurut pengakuan yang didiktekan oleh Tambah itu, Tjoen Kie disurh menagih utang kepada Liem, tetapi tidak dibayar. Sebaliknya ia persilakan duduk dan diberi minuman. Ketika perutnya mulai sakit, ia melapor kepada Tambahsia.

Tidak lama setelah menandatangani pernyataan itu Tjoen Kie meninggal. Mayatnya dibawa ke Stadsverband (rumah sakit) di Glodok untuk diperiksa. Sementara itu Tambahsia mengirimkan peti jenazah dan pelengkapan lain ke rumah keluarga mendiang di jembatan Lima. Polisi membuat prose verbal lalu mencari Liem Soe King yang dituduh membunuh Oey Tjoen Kie.

Dirumah Liem Soe King, polisi mendapat keterangan bahwa Liem sudah empat hari tidak pulang. Diduga ia sedang sibuk main judi di rumah prkumpulannya.

Tamu dari Pekalongan

Sementara itu di tempat lain berlangsung sebuah lakon lain. Seorang laki-laki muda berpakaian seperti priyayi Jawa, suatu hari berkunjung ke rumah Oey Tambahsia. Ia mengaku bernama Mas Sutedjo, datang dari Pekalongan untuk mencari adiknya, M.Am Gundjing. Seingat Tambahsia, Gundjing tidak pernah menyebut-nyebut mempunyai kakau laki-laki. Meskipun agak kurang senang dan bercuriga terhadap lelaki tampan itu, ia menyuruh tamunya itu diantarkan ke kampung Pasar Baru di Tangerang.

Mas Sutedjo disambut hangat oleh M.A.Gundjing, sebagia layaknya saudara yang lama tidak bertemu dan datang dari jauh. Masa itu perjalanan Pekalongan – Jakarta harus ditempuh selama beberapa hari dengan kereta pos yang diterik kuda. Karena itu wajar saja kalau Gundjing menawari kakaknya tinggal lebih lama di Tangerang, sebelum kembali ke Pekalongan. Mas Sutedjo tampaknya cukup betah tinggal di rumah besar yang di keliling oleh kebun yang luas, dengan staf pelayan yang siap melayani segala keperluannya. Ia tinggal lebih lama dari rencana semula karena mingkin belum cukup melepaskan rindunya kepada adiknya tercinta.

Selain menyanyi dan menari, Gundjing juga pandai membatik, yang dilakukannya pada waktu laungnya. Sutedjo dihadiahnya sehelai kain batik halusnya sebagai kenang-kenangan. Pakaian itu langsung dikenakanoleh Sutedjo.

Sementara itu, mat-mata di kalangan staf pelayan di kampung Pasar Baru melaporkan hal-hal yang bukan didasarkan pada fakta, tetapi semata-mata pada prasangka. Kecurigaan Tambahsia semakin memperkuat rasa cemburunya. Apalagi melihat hubungan akrab pria ganteng dengan perempuan cantik yang umurnya tidak berjauhan itu.

Mas sutedjo

Trebakar oleh api cemburu buta, Tambahsia menyuruh tukang pukulnya, Piun dan Sura, untuk menyingkirkan lelaki tampan dari Pekalongan itu. Kedua jawara bayaran yang sudah berpengalaman itu melaksanakan perintah dengan cepat dan rapi. Malam itu juga Mas Sutedjo tidak pulang ke wisma Pasar Baru dan tidak seorang pun memberitahukan kepada adiknya ke mana perginya laki-laki malang itu. Ia menjadi korban kesekian dari Tambahsia yang kejam.

Cuma saja si Piun membuat kesalahan besar. Melihat kain batik tulis yang dikenakan korbannya, terbit sifat tamaknya. Ia mengambilnya, padahal Sura mengingatkan agar kain itu dibuang saja.

Sementara itu Liem Soe King berhasil ditemukan di salah sebuah rumah judi di Meester Cornelis (jatinegara) oleh orang-orang suruhan mertuanya. Liem sangat terkejut oleh tuduhan yang ditimpakan kepadanya Ia segera menghadap mertua, memberitahukan bahwa ia tahu-menahu perkara pembunuhan itu. setelah itu ia langsung melapor ke polisi.

Karena menurut bukti-bukti tertulis Liem terlibat peracunan, polisi terpaksa menahannya, sementera mereka mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi lain untuk menyusun berkas perkara. Mayor Tan Eng Goan tentu saja tidak tinggal diam. ia berusaha menyelamatkan menantunya. ia mendapat keterangan bahwa Liem tidak berada di tempat kejadian saat peristiwa peracunan itu. Liem memiliki alibi kuat yang didukung empat saksi. Ternyata kegemarannya berjudi menyelamatkannya dari perangkap Oey Tambahsia.

Empat orang kawan mainnya di rumah judi, salah seorang diantaranya jaksa dari bekasi, membuat pernyataan di bawah sumpah . karena itu , polisi yang tidak yakin dengan kesalahan Liem, mengeluarkannya dari tahanan.

Rahasia kue beracun

Dirumahnya, secara kebetulan Liem mendengar salah seorang pembantu rumah tangganya, Jiran, bercerita, Kata Jiran, Kakak perempuannya bekerja sebagai juru masak di rumah Oey Tambahsia. memergoki majikannya sedang memasukkan bubuk ke dalam kue yang disimpan di kamar tidur. Liem sangat tertarik pada cerita itu dan menyuruh Jiran agar memanggil kakaknya.

Dari juru Masak itu, Liem mendengar Tambahsia menyuruh membuat kue yang memakai roomvla, tetapi roomvla itu tidak langsung dimasukkan ke kue. Sang juru masakan melihat majikannya di dalam kamar tidur.

Liem bergegas melaporkan keterangan ini kepada Asisten Residen Keuchenius yan bertugas menangani perkara-perkara kepolisian. Keuchenius tentu saja tidak mau menelan begitu saja keterangan ini, tetapi meninta bukti. Liem menyarankan agar rumah Oey Tambahsia digeledah. Siapa tahu roomvla beracun masih bisa ditemukan.

pegrebekan dilakukan keesokan hairnya saat masih pagi sekali. Pasukaan polisi dipimpin oleh asisten residen sendiri. Ternyata Oey tambahsia sedang tidak berada di rumah, tetapi sisa kue masih ada, juga semangkuk roomvla di kolong ranjang. mungkin Tambahsia begitu yajin tidak akan pernah dituduh melakukan peracunan, sehingga lalai menyingkirkan barang bukti ini. Menurut pemeriksaan polisi, racun dalam roomvla itu sama dengan yang ditemukan dalam jenazah eoy Tjoen kie.

Di arena adu jago

Liem terus berusah mengumpulkan bukti kejahatan Tambahsia. dengan bergegas ia pergi ke Tangerang. Di sana ia berhasil membujuk M.A. Gundjing untuk bersedia menjadi saksi dalam perkara hilangnya kakak kandungnya. Di depan Asisten residen, Gundjing mengungkapkan kecurigaannya terhadap Piun yang secara sembrono mengenakan kain batik tulis milik kakaknya yang hilang.

Polisi menginterogasi Piun dan jawaraitu terpaksa mengaku bahwa atas perintah majikannya, bersama Sura ia membunuh Mas Sutedjo dan menguburkan jenazah korbannya di kebun tebu, dalam lingkungan tanah milik Oey Tambahsia.

Polisi mencari Oey Tambahsia yang tidak ada di rumahnya. Di Bintang Mas, Ancol, pria kaya itu pun tidak kelihatan bayangannya. Ternyata sejak pagi ia sudah berangkat ke Pasar Asem(daerah pecenongan?). Polisi menemukannya di arena penyabungan ayam. Para petaruh gempar, karena mengira polisi menggrebek tempat taruhan gelap itu.

Petugas menghampiri Oey Tambahsia. Ia sangat terperanjat, tetapi yaki uangnya akan menyelamatkannya. ia menyadari bahwa ia dikenakan tuduhkan berat, bukan sekadar bersengketa dengan Tan Eng Goan.

Namaku Veren, Veren Chandra tepatnya… Aku sangat kuper (kurang pergaulan) sehingga aku tidak pernah membuka hatiku untuk laki laki lain. Aku sekolah di SMA Cinta Nusantara 011 Pada saat pulang sekolah, di perjalanan aku mendengar banyak kericuhan. “wah, ada ribut apa tuh” batinku. “hah, ada yang mau mencoba untuk bunuh diri! Ya ampun gila banget ya tu orang” kataku. Ternyata ia seorang laki laki yang mencoba gantung diri. “Hei, kenapa kamu mau bunuh diri sih apa bebanmu? Bolehkah aku untuk membantu?” Teriakku  “Tidak, kau tidak mengerti masalahku saat ini” teriak laki laki itu “Mungkin aku tidak mengerti masalahmu tetapi aku hanya ingin mencoba menyelamatkanmu, sekarang katakan masalahmu” kataku.. Sementara itu orang orang yang berada disana terdiam. “Oke, kalau kamu maksa, sekarang aku tidak memiliki orang tua, teman temanku menjauhiku, semua orang di sekitarku juga merasa asing dengank  ... baca selengkapnya di Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Hypnotic Dream Restructuring Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
“Aduh kasihan ya si Budi. Tadi malam masih sehat. Pagi ini bangun tidur lumpuh karena kena stroke” ujar Anto.
“Tapi yang aneh, barusan saya dapat kabar dari istrinya, Budi sudah di-MRI dan CT Scan. Kata dokter hasil scanning-nya bagus. Tidak ada yang bermasalah dengan otak atau saraf Budi. Dokter menyimpulkan Budi tidak kena stroke” jelas Mia.
“Kalau bukan stroke lalu kena apa ya dia? Tubuhnya lemah sekali dan lumpuh, tidak bisa digerakkan” tanya Anto penasaran.
Pembaca, pernahkah anda mendengar perbincangan serupa dengan yang saya tulis di atas? Atau anda sendiri pernah mengalaminya. Hasil pemeriksaan medis menyatakan tubuh fisik anda sehat namun anda (merasa) sakit. Inilah yang disebut dengan penyakit psikosomatis.
Secara khusus saya membahas hal ini di buku saya yang segera terbit di penghujung bulan Juni, The Miracle of MindBody Medicine: How to Use Your Mind for Better Health. Hasil riset yang kami lakukan di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology menemukan bahwa ada 15 (lima belas) faktor yang
... baca selengkapnya di Hypnotic Dream Restructuring Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jembatan Bisikan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.
Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.
Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.
Tapi pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah.
Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala.
... baca selengkapnya di Jembatan Bisikan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Reframing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

... baca selengkapnya di Reframing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
101 Cara Mengatasi Stress Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1


Bangunlah 15 menit lebih awal
Mempersiapkan untuk pagi malam sebelumnya
Hindari pakaian ketat
Hindari bergantung pada bahan-bahan kimia
Atur janji ke depan
Jangan mengandalkan memori Anda ... tuliskanlah
Praktekkan pemeliharaan preventif
Membuat duplikat kunci
Berkata "tidak" lebih sering
Menetapkan prioritas dalam hidup Anda
Hindari orang-orang negatif
Menggunakan waktu dengan bijak
Sederhanakan waktu makan
Selalu membuat salinan surat-surat penting
Mengantisipasi kebutuhan Anda
Perbaiki apa pun yang tidak bekerja dengan benar
Meminta bantuan untuk pekerjaan yang tidak Anda sukai
Bagilah tugas besar menjadi bagian kecil yang dapat dikerjakan
Lihatlah masalah sebagai tantangan
Lihatlah tantangan yang berbeda
Variasikan hidup anda
Senyum
Bersiaplah untuk hujan
Menggelitik bayi
Pelihara anjing yang ramah / kucing
Tidak harus tahu semua jawaban
Ambil hikmah dari segalanya
Katakanlah sesuatu yang baik untuk seseorang
Mengajarkan seorang anak untuk terbangkan layang-layang
Berjalan dalam hujan
Jadwal waktu bermain dalam setiap hari
Mandi dengan sabun gelembung
Sadar akan keputusan yang Anda buat
Percayalah pada diri sendiri
Berhenti mengatakan hal-hal negatif pada diri sendiri
Visualisasikan diri Anda menang
Kembangkan rasa humor
Berhenti berpikir besok akan menjadi lebih ba
... baca selengkapnya di 101 Cara Mengatasi Stress Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Lelaki Paruh Baya di Sekolah Tua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kaki kecil nya tak pernah letih untuk melangkah menuju sekolah tua itu. Seperti gubuk yang telah lama ditinggal oleh penghuninya. Meja dan kursi enggan menyatu dengan kakinya. Papan tulis hitam di dinding masih berdebu oleh kapur. Loteng triplek yang lepas melambai-lambai diatas kepala lelaki paruh baya itu. Dinding yang terbuat dari papan mulai berlubang dimakan rayap. Namun, semua itu tak menyurutkan langkahnya untuk berbagi ilmu dengan murid-muridnya.
Umur lelaki paruh baya itu sekitar 52 tahun. Tangan dan pipinya sudah mulai keriput bahkan giginya telah mulai rontok satu persatu. Pagi itu jam menunjuk angka 7, lelaki paruh baya itu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk menuju sekolah tua tempat ia mengabdi. Baju yang berlubang-lubang bekas abu rokok yang menjadi ukiran yang unik selalu ia kenakan.
Dengan sigap dan lincah, kaki kecilnya berjalan menyusuri tanah yang berdebu dan berlubang-lubang. Kadang kakinya tersandung batu-batu yang tergelatak dijalan. Namun senyum dan tegur sapa lelaki paruh baya itu selalu terlontar untuk orang-orang yang duduk-duduk dikedai sambil menikmati segelas kopi dan selintin
... baca selengkapnya di Lelaki Paruh Baya di Sekolah Tua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Hypno-Birthing, Melahirkan Dengan Mudah, Nyaman, dan Menyenangkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Beberapa hari lalu kawan saya menghubungi saya dan bertanya mengenai hypnobirthing. Inti dari pertanyaan kawan saya ini adalah apakah benar seorang wanita bisa melahirkan tanpa rasa sakit? Apakah hipnosis bisa digunakan untuk membantu seorang wanita agar melahirkan dengan mudah, nyaman, dan menyenangkan?
Nah, pembaca, jawaban singkat untuk pertanyaan kawan saya ini adalah “Bisa”. Ok, kalau memang benar hipnosis bisa digunakan untuk membantu proses persalinan sehingga seorang wanita tidak lagi merasa sakit saat melahirkan, lalu bagaimana caranya?
Nah, ini yang akan saya jelaskan di artikel ini. Penjelasan ini juga merupakan ringkasan dari jawaban yang saya berikan kepada kawan saya ini. Jujur, anda tidak akan bisa melakukan hypnobirthing hanya dengan membaca artikel ini. Namun paling tidak anda akan mendapat wawasan bagaimana sebenarnya seorang hipnoterapis membantu wanita untuk bisa melakukan hypnobirthing.
Hypnobirthing adalah gabungan dari dua kata yaitu hypnosis dan birthing. US. Dept. of Education, Human Services Division mendefiniskan: Hypnosis is the bypass of the critical factor of conscious mind and followed by the establishment of acceptable selective thinking atau hipnosis adalah penembusan faktor kritis dari pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu ide atau pemikian. Sedangkan bir
... baca selengkapnya di Hypno-Birthing, Melahirkan Dengan Mudah, Nyaman, dan Menyenangkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur] Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Oleh: Victor Asih
Di pagi hari yang sejuk, seperti biasanya saya bersama istri mengantarkan ke dua putri kecil kami yang cantik dan lucu ke sekolah mereka. Putri yang bungsu baru saja masuk ke TK A dan putri yang sulung baru saja naik kelas 5 SD.
Setelah mengantarkan mereka sampai di sekolah, maka bebas tugaslah kami sampai pukul 9.30. Yaitu saat kami harus kembali menjemput sang putri bungsu di sekolahnya.
”Kita mau pergi ke mana sekarang, Yang?”, tanya istri saya dengan lembut dan suara manja sesaat setelah kami masuk ke dalam mobil.
”Seperti biasa, sarapan pagi yuk. Mau sarapan dimana, Yang?”, jawab saya dengan tersenyum sementara mobil kami meninggalkan tempat parkir.
”Yang, saya sedang ingin makan yamcha…”, jawabnya.
”Oke, Yang”, sahut saya sambil tersenyum.
Maka meluncurlah mobil kami melintasi jalan layang ke arah utara kota Bandung. Kami menuju jalan Setiabudi atas, sebuah wilayah di kota Bandung bagian utara yang berhawa sejuk pegunungan dekat Lembang.
Akhirnya
... baca selengkapnya di Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur] Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Sing Micoro Moncer, Fondasi Pembicara Andal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Anda ingin jadi pembicara terkenal? Jadilah pribadi andal. Kalau tidak, kecanggihan bahasa dan kepiawaian penyampaiannya hanya akan jadi busa kosong yang membual, dan membuat perut pendengar Anda mual. Mendengarkan tausiah untuk pasangan yang baru saja nikah, kita tidak hanya dapat belajar dari apa yang dikatakan si pemberi petuah, tapi juga dari semua yang terpapar di hajatan itu. Salah satu yang saya pelajari adalah soal kemampuan bicara.  Kejadiannya di sebuah pesta “ngunduh mantu”, yaitu hajatan keluarga Jawa di mana pihak pengantin putra menerima pengantin putri dan keluarga besar besan di rumahnya. Pesta besarnya sudah berlangsung di pihak pengantin putri seminggu sebelumnya, maka kali ini maunya sang empunya hajatan ya serba sederhana saja. Yang penting keakraban di antara kedua keluarga besar dan doa restu dari para tetangga sekitar. Kendati dimaui sederhana, agar tidak cuma terkesan sebagai “kejadian biasa”, si empunya rumah mau repot menghadirkan dua tokoh yang pandai bicara berbobot. Mereka itulah yang saya amati. Yang pertama, MC. Yang kedua ustaz penceramah. Yang pertama bik... baca selengkapnya di Sing Micoro Moncer, Fondasi Pembicara Andal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu